10 Fitur Brosur Paling Luar Biasa

Di antara fitur - fitur brosur, fleksibilitasnya sebagai sarana untuk menginformasikan, bahasa yang dapat dimengerti, desain yang mencolok, dan daftar isinya menonjol.

Ini adalah alat yang mudah untuk menjangkau audiens target dan menawarkan keuntungan penting untuk menjadi sarana ekonomi di mana dampak dapat dihasilkan.

Dalam kebanyakan kasus, brosur dikirim dengan tangan atau melalui surat. Namun, sebagai akibat dari teknologi baru, sudah umum bahwa mereka juga dikirim melalui Internet. Bahkan beberapa situs menawarkan kemungkinan untuk mencetaknya dari web.

Brosur dapat digunakan sebagai materi pendidikan tambahan, sebagai sumber daya untuk memberikan informasi tentang suatu produk atau layanan atau sebagai alat penjualan.

Dalam semua kasus, tujuan utama brosur adalah untuk mengirimkan informasi tertentu.

Agar brosur dapat secara efisien memenuhi fungsi mereka dalam mengungkapkan informasi, perlu agar mereka mematuhi karakteristik tertentu yang akan memungkinkan mereka menjangkau audiens mereka secara efektif dan mengkomunikasikan informasi ini dengan benar.

10 karakteristik utama brosur

1- Jenis yang berbeda sesuai dengan penggunaannya

Brosur ditandai dengan sangat fleksibel, brosur dapat digunakan di berbagai daerah dan memiliki karakteristik desain khusus.

Ada selebaran, yang tidak memiliki belokan dan menawarkan informasi hanya pada wajah utamanya, atau di kedua sisi; brosur jenis ini biasanya merupakan produksi yang paling ekonomis.

Ada juga brosur terlipat, seperti diptychs, triptychs atau quatreptics, yang memungkinkan Anda untuk menambahkan informasi lebih lanjut karena permukaannya yang lebih tersegmentasi.

Mengenai penggunaannya, brosur dapat untuk tujuan akademik, informatif, promosi atau pendidikan, antara lain.

Dalam semua kasus, disarankan agar pencetakan optimal, sehingga brosur menarik secara visual, dan menghasilkan rasa aman dan percaya diri terhadap informasi.

2- Diarahkan ke audiens tertentu

Perlakuan terhadap informasi akan sangat bergantung pada publik kepada siapa brosur itu ditujukan. Brosur tidak sama untuk siswa, masyarakat akademis, pelanggan, atau karyawan perusahaan.

Kekhasan penerima akan menentukan jenis brosur yang akan digunakan, jumlah informasi, karakteristik desain, termasuk cara untuk membawa brosur ke tangan pembaca yang ideal.

3- Informasi yang relevan

Brosur ini memiliki karakteristik berguna bagi audiens Anda. Informasi yang ditawarkan harus relevan untuk sebagian besar pembaca.

Harus dicari bahwa brosur itu bukan sumber daya sekali pakai, tetapi pembaca merasakan keinginan untuk menyimpannya dan menjadikannya sebagai bahan referensi.

Jika itu adalah brosur yang ditakdirkan untuk menjual produk atau layanan, informasi tersebut harus menyebutkan manfaat dan kegunaan yang dimiliki produk dan layanan tersebut untuk masyarakat pembaca.

Manfaat-manfaat ini harus disorot di seluruh brosur, karena itu adalah informasi yang paling penting bagi pembaca.

4- Kejelasan dalam konten

Brosur harus sangat jelas saat mengekspos informasi. Masalah sentral yang ingin diungkapkan harus diungkapkan dengan jelas.

Dimungkinkan, bahkan bermanfaat, untuk menambahkan informasi tambahan, data konteks, atau juga kesaksian dari beberapa orang yang terkait dengan masalah yang sedang dirawat. Tetapi tema sentral harus didefinisikan dengan baik di seluruh buklet.

5- Teks yang bisa dipahami

Teks brosur ditandai dengan disederhanakan dan mudah dipahami. Secara umum, brosur menawarkan ruang terbatas; Untuk alasan ini, mereka ditandai dengan mensintesis informasi melalui penggunaan bahasa langsung.

Bahasa ini harus beradaptasi dengan audiens penerima; Sebagai contoh, teks yang ditujukan kepada seorang anak memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari yang ditujukan kepada orang dewasa.

Dalam setiap kasus, kekhasan penonton harus jelas dan, berdasarkan ini, menggunakan bahasa yang paling nyaman.

Apa pun bahasa yang dipilih, ia harus memfasilitasi penafsiran teks yang benar. Bahasa yang berbelit-belit atau sangat teknis akan menjadi hambatan untuk membaca.

Di sisi lain, teks harus ditulis dengan benar, tanpa kesalahan ejaan dan dengan struktur tata bahasa yang memadai. Kalau tidak, pembaca akan bubar dan bisa membuang brosur.

Di antara fitur-fitur utama brosur menyoroti apa yang terkait dengan jenis huruf yang akan digunakan. Surat itu harus dapat dibaca, menarik dan disesuaikan dengan informasi yang ditawarkan.

Dari tiga karakteristik font, yang disebutkan di atas, yang paling penting adalah keterbacaan. Ada kasus-kasus di mana desain bombastis jenis huruf bisa mencolok, tetapi itu membuat membaca sulit.

Dalam kasus ini, kemungkinan yang disediakan oleh tipografi membaca teks dengan lancar dan benar harus selalu lebih relevan.

7- Desain yang mencolok

Fungsi utama brosur adalah untuk mengirimkan informasi, dan agar informasi ini dapat menjangkau publik secara efektif, brosur tersebut harus menarik, memiliki desain yang dinamis dan harmonis, disesuaikan dengan target yang dituju.

Penting untuk dicatat bahwa desain harus memfasilitasi pembacaan brosur, dan tidak menjadi hambatan. Desain yang mencolok dapat dan harus menekankan pemahaman absolut terhadap informasi.

8- Teks sekecil mungkin

Penting untuk menghindari teks berlebih. Meskipun desainnya menarik, banyak teks dapat menjadi besar dan dapat menghambat membaca.

Brosur ditandai dengan menawarkan informasi yang disederhanakan. Dalam beberapa kasus, topik yang akan dibahas bisa sangat luas atau padat, dan idenya adalah agar dapat ditransmisikan secara langsung dan sesederhana mungkin, karena brosur dirancang agar cepat dibaca.

9- Daftar isi

Jika diptych atau triptych, disarankan untuk menambahkan indeks konten. Dengan cara ini pembaca akan memiliki akses cepat ke informasi yang menarik bagi mereka.

10- Tabel dan grafik

Brosur adalah alat yang dirancang agar pembaca, dengan cepat, dapat memiliki informasi lengkap tentang suatu topik, produk, atau layanan.

Ada sumber daya yang dapat membantu informasi untuk disebarluaskan lebih efisien; Dalam brosur, tabel penjelasan, infografik, atau grafik dapat digunakan untuk memfasilitasi pemahaman subjek.