Apa itu Teori Sejarah atau Historiologi?

Teori sejarah atau historiologi adalah disiplin yang menggambarkan dan menganalisis fakta sejarah, menggunakan teknik khusus mengumpulkan dan menganalisis catatan, data, dan sampel sejarah.

Disiplin ini berupaya menjelaskan peristiwa-peristiwa yang dicatat oleh sejarah, menunjukkan unsur-unsur logis yang menyebabkannya terjadi.

Historiologi tidak boleh disalahartikan dengan historiografi, yang merupakan seni penulisan peristiwa sejarah dan seperangkat literatur di sekitar sejarah.

Sebaliknya, historiologi menggunakan disiplin terakhir ini untuk mengidentifikasi penyebab dan konsekuensi dari peristiwa sejarah.

Demikian juga, sejarah historiografi harus dibedakan, karena yang pertama adalah ilmu yang didasarkan pada studi masa lalu, sedangkan yang kedua adalah metode untuk menafsirkan fakta-fakta masa lalu.

Historiologi adalah seperangkat model analisis yang memungkinkan mengamati fakta sejarah melalui mata disiplin dan ilmu lain: ekonomi, sosiologi, politik, psikologi, dan lain-lain.

Asal usul istilah "historiologi"

Istilah historiologi digunakan untuk pertama kalinya oleh José Ortega y Gasset dalam teksnya "Historia como sistema" (1971).

Dalam teks ini, Ortega y Gasset menunjukkan bahwa manusia adalah subjek sejarah, yang perlu menganalisis peristiwa masa lalu untuk memahami identitas mereka.

Demikian juga, penulis menetapkan bahwa data historis tidak penting jika tidak diamati dalam terang metode deskriptif analitis. Di sinilah histologi mulai beraksi.

Fungsi histologi

Fungsi historiografi adalah untuk mengusulkan model analisis yang memungkinkan untuk memperhitungkan perubahan yang telah terjadi selama bertahun-tahun.

Dengan cara yang sama, historiologi memungkinkan menciptakan perkembangan tematis sebab, peristiwa dan akibat. Kemajuan ini ditandai oleh objektivitas dan kebenarannya.

Perbedaan antara sejarah, historiografi, dan historiologi

Seringkali, batasan antara istilah "sejarah", "historiografi" dan "historiologi" membingungkan. Namun, kata-kata ini mewakili ide-ide yang, meskipun terkait, tidak identik.

Awalnya, sejarah adalah ilmu, sedangkan historiologi dan historiografi adalah disiplin ilmu. Sejarah adalah ilmu yang bertanggung jawab untuk mempelajari masa lalu dan pengaruh yang mereka miliki di masa sekarang.

Untuk bagiannya, historiografi adalah disiplin yang bertanggung jawab untuk merekam dan melestarikan peristiwa sejarah. Catatan ini dapat ditulis atau audiovisual. Dengan kata lain, historiografi adalah seni menulis fakta sejarah.

Akhirnya, historiologi adalah disiplin deskripsi dan analisis. Ini merupakan area epistemologis karena ia mengusulkan teori pengetahuan tentang peristiwa sejarah.

Perspektif historiografi: model analisis

Seperti yang sudah dijelaskan, historiologi adalah seperangkat model untuk menganalisis fakta sejarah. Masing-masing model analisis ini mengungkapkan perspektif yang berbeda: perspektif individu atau kelompok individu yang diusulkan oleh model tersebut.

Berbagai mekanisme analisis telah dikembangkan untuk mempelajari fakta-fakta sejarah dari sudut pandang ekonomi, politik, sosial, psikologis atau perang, antara lain.

Contoh model analisis: Materialisme historis

Salah satu model analisis yang paling dikenal adalah materialisme historis, yang dikemukakan oleh Karl Marx. Ini adalah model yang memungkinkan mempelajari sejarah dari sudut pandang sosial ekonomi, dari komunitas primitif hingga kemunculan kapitalisme sebagai mode produksi.

Model analisis historis ini memperhitungkan tiga aspek: mode produksi, kelas sosial, dan kepemilikan alat produksi. Hubungan antara ketiga elemen ini adalah sebagai berikut:

Metode teori sejarah

Seperti dijelaskan di bagian sebelumnya, ada lusinan model untuk analisis peristiwa sejarah. Namun, metode analisisnya sama untuk semua model.

Metode ini memungkinkan untuk menormalkan penyelidikan di sekitar sejarah dan menjamin kebenaran analisis yang diperoleh oleh ahli sejarah.

Metode yang diikuti oleh setiap model analisis terdiri dari tiga bagian: heuristik, kritik, dan sintesis.

1- Heuristik

Heuristik adalah proses mencari informasi tentang peristiwa sejarah yang diberikan.

Dalam fase ini, setiap sumber informasi tertulis dan audiovisual dikumpulkan (koran, majalah, arsip surat kabar, video, wawancara, surat, biografi, dan lainnya).

Pada tahap ini, sumber diklasifikasikan ke dalam dua kategori: primer dan sekunder. Yang utama adalah informasi yang disediakan oleh orang-orang yang membuktikan fakta.

Misalnya, sebuah buku yang ditulis oleh seorang veteran Perang Dunia II merupakan sumber utama.

Di sisi lain, sumber-sumber sekunder adalah sumber-sumber yang informasinya berasal dari interpretasi sumber-sumber lain.

2- Kritik

Seringkali selama proses pengumpulan informasi, ahli sejarah harus menghadapi pendapat dan versi yang bertentangan dari fakta yang sama.

Jadi, adalah tugas analis untuk mempelajari secara mendalam masing-masing versi ini, menemukan informasi yang mendukungnya dan yang menunjukkan mana di antara keduanya yang lebih setia pada fakta sejarah.

Fase kritis adalah tahap paling kompleks dari metode historiologis.

3- Sintesis

Ini adalah fase terakhir dari metode historiologi. Pada tahap ini, fakta-fakta direkonstruksi dari informasi yang diverifikasi, merujuk pada sebab-sebab dan konsekuensi yang dimiliki fakta ini.