Elemen Debat: Apa itu dan apa fungsinya?

Elemen-elemen kunci dari suatu debat adalah proposisi (afirmasi untuk debat), para pihak (individu yang mendukung atau tidak proposal), pidato (pesan untuk mendukung atau tidak proposal, hakim (moderator) dan keputusan (diambil oleh juri), serta argumentasi, poros tengah konsep.

Debat adalah proses melalui mana pendapat dibahas, ditantang, didukung dan dipertahankan. Banyak yang mendefinisikan debat sebagai permainan argumentasi, karena debat tersebut terdiri dari menyajikan, menyangkal, dan memperdebatkan argumen.

Selain sebagai permainan argumentasi, debat ini merupakan model komunikasi karena dua atau lebih pihak (yang bertindak sebagai pengirim dan penerima) dan sebuah pesan (didasari oleh intervensi para pihak) disajikan.

Elemen penting dari suatu debat

1- Proposisi

Proposisi adalah resolusi yang harus didukung atau disangkal oleh para pihak. Biasanya disajikan dalam salah satu format berikut:

Setelah menerima x itu, maka y adalah benar / salah.

Jika a adalah b dan b adalah c, maka a adalah b .

Itu x adalah y .

Proposisi selalu disajikan dalam format afirmatif, ini tidak berarti bahwa mereka harus dianggap benar.

Salah satu masalah paling umum yang muncul di sekitar proposisi adalah bahwa para pihak dalam debat menggunakan argumen yang tidak 100% terkait dengan proposisi.

2- Para pihak

Para pihak adalah individu atau kelompok yang terlibat dalam debat. Setiap debat harus melibatkan setidaknya dua bagian: satu mendukung penegasan dan satu menentangnya. Pekerjaan para pihak adalah untuk meyakinkan hakim bahwa posisi mereka adalah yang paling tepat.

Selain itu, para pihak harus mempelajari pendapat mereka secara mendalam. Debat bukan tentang berpihak dan kemudian mengatakan bahwa ini lebih baik. Debat ini mencakup proses penyelidikan menyeluruh oleh individu yang berpartisipasi.

3- Pidato

Game debat berputar di sekitar pidato yang disajikan oleh masing-masing pihak. Dalam wacana-wacana ini, argumen yang mendukung atau membantah proposal disajikan.

Pidato biasanya tergantung pada waktu: dalam sebagian besar perdebatan ada batas waktu, yang mengatur intervensi masing-masing peserta. Secara umum, intervensi ini tidak melebihi sepuluh menit.

Karena periode waktu intervensi singkat, para pihak harus tahu bagaimana menyajikan argumen mereka dengan benar, mengandalkan ekonomi bahasa dan persuasi untuk mencapai efek yang diinginkan.

4- Hakim

Dalam banyak kesempatan, para peserta debat dan para penonton menganggap bahwa adalah tugas partai untuk meyakinkan pihak lawan. Gagasan ini salah. Itu tidak diperdebatkan untuk meyakinkan lawan, itu diperdebatkan untuk meyakinkan pihak ketiga: hakim.

Tugas para pihak adalah untuk menyajikan argumen mereka sedemikian rupa sehingga mereka dapat meyakinkan hakim atau hakim.

Tugas hakim adalah menentukan pihak mana yang telah mengajukan argumen dengan cara yang paling efisien, yang telah menggunakan 100% argumen yang terkait dengan proposisi. Singkatnya, partai mana yang telah memenangkan debat.

5- Keputusan

Secara umum, dapat dikatakan bahwa perdebatan adalah permainan subjektif. Berkali-kali, yang kalah merasa bahwa ia menyajikan argumennya lebih baik daripada lawannya.

Ini sebagian besar karena keputusan siapa yang menang dan siapa yang kalah tergantung pada hakim, yang adalah manusia dengan gagasan dan pendapat yang sudah terbentuk sebelumnya.

Dalam kasus apa pun, jumlah hakim biasanya lebih besar dari satu, sehingga keputusan pemenang kurang lebih tidak memihak.

Mungkin Anda tertarik Siapa yang berpartisipasi dalam debat?

Elemen utama dari debat: argumen

Setelah menerima bahwa perdebatan adalah permainan argumentasi, tidak dapat disangkal bahwa argumen adalah elemen utama dari perdebatan. Tanpa ini, pidato para pihak tidak akan masuk akal, sehingga hakim tidak bisa membuat keputusan.

Setiap argumen harus menyajikan lima aspek: perspektif, pengembangan, pertentangan gagasan, penolakan, dan pertahanan.

1- Perspektif

Perspektif adalah sudut pandang yang diambil oleh para pihak dalam debat ketika mempresentasikan argumen mereka. Jika partai mendukung proposal, maka perspektifnya akan positif.

2- Pengembangan

Ini merujuk pada cara di mana ide-ide yang mendukung sudut pandang kita diekspos. Tidaklah cukup untuk mengajukan argumen, betapapun sepatutnya, tetapi harus dikembangkan.

3- Clash of ideas

Ini adalah saat di mana ide-ide dari satu pihak dihadapkan dengan ide-ide dari pihak lain, yang merupakan bagian penting dari perdebatan.

4- Penolakan

Bantahan terjadi ketika salah satu pihak mengajukan argumen yang membuktikan bahwa pendapat pihak lain tidak sah. Ini dikenal sebagai tandingan.

Untuk membantah dengan benar, partai harus memperhatikan intervensi lawannya. Adalah tugas partai untuk menemukan kelemahan, ketidakkonsistenan, dan kelemahan dalam argumen dari pihak lawan.

5- Pertahanan

Argumen kontra tidak bisa diabaikan oleh pembelaan, tetapi harus dijawab. Partai yang argumennya diperdebatkan membela pendapatnya melalui argumen yang membatalkan argumen kontra.

Sangkalan dan pembelaan diulang dalam siklus: ide-ide disajikan, disangkal, dipertahankan, dan disangkal lagi sampai perdebatan berakhir.

Elemen lain dari argumen yang juga layak disebutkan adalah deskripsi, penjelasan, dan demonstrasi.

Dua yang pertama, demonstrasi dan penjelasan, memungkinkan argumen dikembangkan secara efisien. Elemen ketiga, demonstrasi, digunakan ketika kata-kata tidak cukup untuk membuktikan bahwa pendapat salah satu pihak benar.