Penyakit diare apa yang paling sering terjadi di Meksiko?

Penyakit diare yang paling sering di Meksiko adalah gastroenteritis, salmonellosis, tipus, kolera dan rotavirus, menurut data yang disediakan oleh Institut Keamanan Sosial Meksiko (IMSS).

Penyakit diare adalah penyakit yang ditandai dengan infeksi bakteri, virus, atau parasit pada saluran pencernaan yang mengalami diare sebagai gejala utamanya.

Di seluruh dunia, penyakit diare adalah penyebab kedua kematian anak di bawah lima tahun.

Di Meksiko khususnya, mereka mewakili masalah serius ruang publik. Untuk bagiannya, Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan diare sebagai pengendapan feses yang longgar atau cair dengan frekuensi yang sama dengan atau lebih besar dari tiga kali.

Di negara Meksiko, diare biasanya bersifat viral dan faktor risikonya adalah kesehatan, sosial ekonomi dan budaya.

Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah infeksi pada lambung dan usus. Gejala yang paling umum adalah muntah dan diare sedang hingga berat.

Gejala lain termasuk: rasa logam di mulut, demam, menggigil, tremor, nyeri otot dan sakit kepala.

Ini biasanya mulai dalam 24 hingga 48 jam sejak infeksi. Gastroenteritis, yang sangat menular, ditularkan melalui rute fecal-oral.

Salmonellosis

Salmonellosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Ini biasanya mempengaruhi usus dan, dalam beberapa kasus, aliran darah.

Kelompok berisiko tinggi adalah bayi, orang tua dan orang yang mengalami gangguan kekebalan. Salmonella dapat disebarkan dengan mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi atau dengan menghubungi orang atau hewan yang terinfeksi.

Gejala-gejalanya biasanya muncul pada hari ketiga kontak, dan adalah: diare ringan atau berat, kram perut, demam dan kadang-kadang muntah.

Infeksi aliran darah bisa sangat serius, terutama jika mereka masih sangat muda atau pada orang tua.

Demam tifoid

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Ini menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi, atau dengan menghubungi orang yang terinfeksi.

Di antara gejalanya adalah: diare atau sembelit, demam tinggi, sakit kepala dan sakit perut.

Demam tifoid dapat disembuhkan dengan antibiotik, tetapi dalam proporsi kecil bisa mematikan.

Kolera

Kolera adalah penyakit menular epidemi akut yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae.

Gejala khasnya adalah: diare berair, kehilangan cairan dan elektrolit yang ekstrem, dan dehidrasi parah. Jika tidak ditangani tepat waktu, angka kematiannya tinggi.

Rotavirosis

Rotavirus adalah infeksi yang sangat menular yang terutama menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Gejala rotavirus cenderung lebih menonjol pada anak-anak. Gejala dapat muncul dalam dua hari setelah terpapar rotavirus.

Rotavirus yang paling umum adalah diare parah, tetapi juga dapat terjadi: muntah, tinja hitam atau nanah, kelelahan parah, demam tinggi, mudah marah, dehidrasi, dan sakit perut.