Interaksi Sosial: Karakteristik dan Jenis Utama

Interaksi sosial adalah proses di mana Anda bertindak dan bereaksi terhadap orang-orang di sekitar Anda. Ini termasuk tindakan yang dilakukan orang terhadap satu sama lain, dan tanggapan yang mereka berikan sebagai balasannya.

Itu dianggap sebagai bidang studi, juga dikenal sebagai mikrososiologi, yang diciptakan oleh Erving Goffman.

Melakukan percakapan singkat dengan seorang teman tampaknya relatif sepele. Goffman berpendapat bahwa bentuk-bentuk interaksi sosial yang tampaknya tidak penting ini sangat penting dalam Sosiologi dan tidak boleh diabaikan.

Interaksi sosial adalah karakteristik mendasar dalam kehidupan. Dengan kata lain, semua individu, kecuali mereka yang memutuskan untuk menjadi bhikkhu atau hidup benar-benar sebagai pertapa, harus berinteraksi dengan orang lain setiap hari, secara virtual atau fisik.

Menurut tatanan sosial, norma wajib untuk berfungsinya suatu masyarakat adalah interaksi sosial yang efektif.

Mikrososiologi telah menghabiskan hidup menyelidiki, menganalisis dan mencoba memahami kehidupan sosial melalui interaksi orang-orang dan cara mereka melakukannya.

Karakteristik interaksi sosial

Ketika dua orang atau lebih bertemu, mereka dapat bertindak satu sama lain dalam banyak cara.

Orang asing, misalnya, dapat menanyakan di mana hotel terdekat, dan orang lain dapat memberikan informasi yang diperlukan. Pertanyaan dalam hal ini adalah stimulus dan informasi yang diberikan adalah jawabannya.

Jawabannya dapat dengan mudah menjadi stimulus jurnalistik, dan dengan demikian mengarah pada respons dan Ā«bunga menarikĀ» baru. Ini adalah interaksi sosial, yang dapat melibatkan dua atau lebih kepribadian, kelompok atau sistem sosial yang saling mempengaruhi.

Interaksi itu sendiri hanya dapat mencakup satu orang. Interaksi semacam itu dengan diri sendiri terjadi ketika seseorang menganalisis ide yang diberikan atau mendiskusikan dengan dirinya sendiri pro dan kontra dari masalah atau keputusan penting.

Sosiolog sering menggunakan konsep "hubungan sosial" sebagai sinonim untuk interaksi sosial. Interaksi simbolik juga cukup sering digunakan, tetapi istilah ini menunjukkan interaksi melalui komunikasi manusia.

Interaksi sosial memanifestasikan dirinya dalam banyak cara. Satu ekstrem dicerminkan oleh interaksi yang sangat intens, sedangkan ekstrem yang berlawanan terdiri dari "nol derajat interaksi sosial" atau isolasi total.

Sebagai contoh, seorang anak yang ditinggalkan, yang tidak memiliki kontak dengan manusia lain, mewakili isolasi yang tidak mengalami interaksi sosial.

Jenis interaksi sosial

Erving Goffman, bapak mikrososiologi, membedakan dua jenis interaksi utama:

1- Interaksi terfokus

Ini adalah interaksi antara sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama. Orang-orang ini mungkin sudah akrab satu sama lain di masa lalu, atau mungkin telah mengenalnya di saat pertama interaksi mereka yang terfokus.

Contohnya adalah sekelompok anak muda yang belajar bersama untuk ujian akhir, tim sepak bola atau mereka yang menghadiri konser.

2- Interaksi tidak fokus

Itu tidak termasuk tujuan umum atau keakraban, bahkan selama proses interaksi. Bahkan, orang yang berinteraksi mungkin tidak menyadari interaksi mereka.

Contoh yang diberikan oleh Goffman sendiri adalah interaksi antara pejalan kaki, yang menghindari tabrakan bencana dengan mengikuti rambu-rambu dan peraturan lalu lintas.

Empat kategori interaksi sosial

Menurut Goffman, interaksi sosial mencakup sejumlah besar perilaku; begitu banyak, sehingga dalam Sosiologi interaksi umumnya dibagi menjadi empat kategori.

Ini adalah: pertukaran, persaingan, kerjasama dan konflik. Keempat jenis ini akan diperiksa secara lebih rinci di bawah ini:

1- Pertukaran

Pertukaran adalah jenis interaksi sosial yang paling dasar. Setiap kali orang berinteraksi, mereka berusaha menerima hadiah atau imbalan atas tindakan mereka. Hadiah ini mencerminkan bahwa telah terjadi pertukaran.

Pertukaran adalah proses sosial di mana perilaku sosial ditukar dengan semacam imbalan, dengan nilai yang sama atau lebih besar.

Hadiah bisa berupa materi (gaji dalam suatu pekerjaan) atau tidak material ("terima kasih" dari rekan kerja Anda). Ahli teori pertukaran berpendapat bahwa perilaku yang dihargai cenderung diulang.

Namun, ketika biaya interaksi melebihi imbalan, orang cenderung mengakhiri hubungan.

2- Persaingan

Persaingan adalah proses di mana dua orang atau lebih berusaha untuk mencapai tujuan yang hanya bisa dicapai oleh satu orang.

Persaingan adalah ciri umum masyarakat Barat, dan landasan sistem ekonomi kapitalis dan bentuk pemerintahan demokratis.

Sebagian besar sosiolog melihat persaingan sebagai sesuatu yang positif, sebagai sesuatu yang dapat memotivasi orang untuk mencapai tujuan.

Namun, persaingan juga dapat menyebabkan tekanan psikologis, kurangnya kerja sama dalam hubungan sosial, ketidaksetaraan, dan bahkan konflik.

3- Kerjasama

Kerjasama adalah proses di mana orang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.

Kerjasama adalah proses sosial yang mengarah pada tindakan; tidak ada kelompok yang dapat menyelesaikan tugasnya atau mencapai tujuannya tanpa kerja sama para anggotanya.

Seringkali, kerja sama bekerja bersama dengan bentuk interaksi lain, seperti kompetisi. Dalam pertandingan baseball, misalnya, sebuah tim akan bekerja bersama (kerja sama) sambil berusaha mencapai kemenangan (tujuan yang hanya bisa dicapai oleh tim).

4- Konflik

Konflik adalah proses dimana orang menghadapi secara fisik atau sosial.

Mungkin contoh konflik yang paling jelas adalah perang, tetapi konflik juga dapat ditunjukkan dalam interaksi sehari-hari kita, seperti perselisihan hukum dan argumen tentang agama dan politik.

Konflik dapat memiliki fungsi positifnya, seperti memperkuat loyalitas kelompok dengan berfokus pada ancaman eksternal. Ini juga dapat menyebabkan perubahan sosial, menempatkan masalah di garis depan dan memaksa pihak yang berseberangan untuk mencari solusi.